Fenomena CPNS
Anggka penganguran masyrakat indonesia makin tahun makin meningkat. Hal ini tampak tingginya peminat CPNS di berbagai kota dan kabupaten di Indonesia. Sejak awal oktober hingga pertengahan Desember ini aja telah di buka beberapa formasi. baik dari lingkungan Departemen maupun Dinas Kabupaten. Semua mempersiapkan dirinya dengan melengkapi berkas pendaftaran seperti SKCK,Kartu Kuning,KT,Legalisir Ijazah maupun transkrip nilai. Bagi pejabat yang bersangkutan kejadian ini merupakan rejeki nomplok. Permintaan SKCK,Kartu Kuning,KT,Legalisir Ijazah dan transkrip nilai meningkat tajam. Urusan administrasipun ada tambahan biaya. Suatu fenomena,yang biasanya legalisir Rp 5oo/lembar naik menjadi Rp 1000 hingga Rp 1500/lembar. Sungguh nikmat,jika dalam satu hari ada 500 lembar yang mau di legalisir untuk 50 pelamar (rata-rata 10 orang perlembar) bearti pendapatan mereka menjadi Rp 500.000,. Angka yang cukup tinggi untuk keadaan krisis financial saat ini. Tidak ada jaminan untuk pelamar diterima menjadi PNS bila mereka tidak memberikan uang amplop bagi panitia penerimaan CPNS sebagai uang pelicin. Tidak tanggung-tanggung angka yang diberikan pun mencapai Rp 50.000.000,. Para pelamar masih banyak tidak percaya atas kemampuan yang mereka miliki. Selain itu kurangnya nilai agama yang ditanamkan dalam diri mereka. Bagi pelamar yang menggunakan uang pelicinpun siap-siap bertarung dengan pesaingnya. Siapa yang memiliki uang yang banyak dialah yang menang. Para panitiapun oke-oke aja. Mereka dapat uang tanpa memperhatikan Mutu si pelamar. Padahal para PNS diharapkan bisa melayani masyarakat lebih profesional. Buat panitia Penerimaan CPNS baik lingkungan departemen maupun pemerintah daerah diseluruh Indonesia. Maukah anda memiliki pegawai yang tidak ada mutunya. Laksanakanlah penerimaan PNS dengan memperhatikan kualitas sipelamar untuk mengkatkan layanan publik.
0 comments:
Post a Comment