Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Thursday, December 4, 2008

Caleg

Saat ini banyak muncul bendera-bendera parpol dipinggir jalan,selain itu juga foto-foto para caleg. Sebagian besar masyarakat mengenali foto-foto tersebut sebagian tidak. Foto-foto yang dikenali mungkin melihatnya dengan tersenyum miris. Bagaimana tidak diantara foto-foto yang terpampang di pinggir jalan atau tempat-tempat strategis kota memiliki latar belakang pendidikan rendah,tidak memiliki pekerjaan tetap,ibu rumah tangga dan sebagainya. Itulah permainan politik. Orang yang dimaksud tersebut adalah Caleg ujung tombak. Mereka diusung dengan no urutan bawah untuk mendapatkan suara ditempat asal mereka. Setidaknya mereka memiliki kedekatan social dengan penduduk setempat. Hal inilah dimanfaatkan para caleg dengan no urut teratas.Sejak pemilu 2004 caleg dengan no urut teratas mendapatkan bantuan suara dari caleg dengan urut dibawahnya begitu seterusnya. Hal ini memang menguntungkan caleg dengan no 1. Ya itulah politik. Caleg dengan no urut atas akan mencari orang-orang yang tidak begitu mengerti politik menjadi Caleg sebagai ujung tombak. Tapi tidak sedikit juga para caleg dengan no urut atas yang memiliki pendidikan rendah. Akan tetapi mereka memiliki banyak uang. Hal ini sangat menguntungkan partai. Partai setidaknya mendapat suplai dana untuk kampanye. Dalam politik,anda mau jadi teman saya kalau anda ada uang. Maka anda jangan heran lagi apabila nanti ada caleg yang memiliki kasus ijazah palsu. Sebagian besar diusut oleh lawan politiknya untuk menggulingkannya dari bursa caleg. Anda sebagai warga Negara Indonesia yang baik. Gunakanlah hak suara anda sebijak mungkin, dan pilihlah caleg yang benar-benar bisa menyalurkan aspirasi anda dan memperhatikan kepentingan masyrakat umumnya.

Read more...

Pemilu 2009

Pemilu 2009 tinggal beberapa bulan lagi. Partai politikpun mulai mempersiapkannnya. Mulai dari pemasangan spanduk,baliho,papan nama,stiker,memassang iklan media massa. Hal ini pun sangat menguntungkan bagi para penyablon,desain grafis dan pembuat iklan. Order pun datang dengan jumlah besar. Sedikitnya bias mengurangi kesulitan ekonomi di krisis ekonomi global saat ini. Tidak hanya itu,partai-partai pun harus melakukan lobi dengan para pengusaha-pengusaha atau perusahaan untuk memberikan sumbangan dalam melakukan kampanye nantinya dan biaya lainnya. Tentunya harus sesuai dengan UU KPU, dengan menyertakan NPWP. Para pengusaha pun tetap meminta balas jasa apabila partai yang di sponsorinya mendapat kursi di parlemen. Elite partaipun menyetujuinya dengan mengorbankan kepentingan orang banyak. Kalau saya yang jadi pengusaha mungkin saya memilih partai besar yang memiliki kemungkinan besar mendapat kursi diparlemen,tentunya dengan menyumbang besar pula. Sepertinya pemilu dijadikan ajang menunjukkan siapa yang paling kaya dialah yang menang. Praktis politik uangpun harus dijalankan untuk mendapatkan suara dengan jumlah besar. Beragam alasanpun keluar apabila politik yang dijalankannya diketahui public. Tuduh sana-sinipun dilakukan. Hingga saling membunuhpun dilakukan para caleg. Berkilah tidak melakukan politik uang. Entahlah,partai mana yang sebenarnya jujur setidaknya memiliki tingkat kebohongan dibawah 5 % saja sudah bias membawa Indonesia ke Era Reformasi yang sebenaranya.


Read more...

books over