Caleg
Saat ini banyak muncul bendera-bendera parpol dipinggir jalan,selain itu juga foto-foto para caleg. Sebagian besar masyarakat mengenali foto-foto tersebut sebagian tidak. Foto-foto yang dikenali mungkin melihatnya dengan tersenyum miris. Bagaimana tidak diantara foto-foto yang terpampang di pinggir jalan atau tempat-tempat strategis kota memiliki latar belakang pendidikan rendah,tidak memiliki pekerjaan tetap,ibu rumah tangga dan sebagainya. Itulah permainan politik. Orang yang dimaksud tersebut adalah Caleg ujung tombak. Mereka diusung dengan no urutan bawah untuk mendapatkan suara ditempat asal mereka. Setidaknya mereka memiliki kedekatan social dengan penduduk setempat. Hal inilah dimanfaatkan para caleg dengan no urut teratas.Sejak pemilu 2004 caleg dengan no urut teratas mendapatkan bantuan suara dari caleg dengan urut dibawahnya begitu seterusnya. Hal ini memang menguntungkan caleg dengan no 1. Ya itulah politik. Caleg dengan no urut atas akan mencari orang-orang yang tidak begitu mengerti politik menjadi Caleg sebagai ujung tombak. Tapi tidak sedikit juga para caleg dengan no urut atas yang memiliki pendidikan rendah. Akan tetapi mereka memiliki banyak uang. Hal ini sangat menguntungkan partai. Partai setidaknya mendapat suplai dana untuk kampanye. Dalam politik,anda mau jadi teman saya kalau anda ada uang. Maka anda jangan heran lagi apabila nanti ada caleg yang memiliki kasus ijazah palsu. Sebagian besar diusut oleh lawan politiknya untuk menggulingkannya dari bursa caleg. Anda sebagai warga Negara Indonesia yang baik. Gunakanlah hak suara anda sebijak mungkin, dan pilihlah caleg yang benar-benar bisa menyalurkan aspirasi anda dan memperhatikan kepentingan masyrakat umumnya.
0 comments:
Post a Comment