Thursday, December 4, 2008

Pemilu 2009

Pemilu 2009 tinggal beberapa bulan lagi. Partai politikpun mulai mempersiapkannnya. Mulai dari pemasangan spanduk,baliho,papan nama,stiker,memassang iklan media massa. Hal ini pun sangat menguntungkan bagi para penyablon,desain grafis dan pembuat iklan. Order pun datang dengan jumlah besar. Sedikitnya bias mengurangi kesulitan ekonomi di krisis ekonomi global saat ini. Tidak hanya itu,partai-partai pun harus melakukan lobi dengan para pengusaha-pengusaha atau perusahaan untuk memberikan sumbangan dalam melakukan kampanye nantinya dan biaya lainnya. Tentunya harus sesuai dengan UU KPU, dengan menyertakan NPWP. Para pengusaha pun tetap meminta balas jasa apabila partai yang di sponsorinya mendapat kursi di parlemen. Elite partaipun menyetujuinya dengan mengorbankan kepentingan orang banyak. Kalau saya yang jadi pengusaha mungkin saya memilih partai besar yang memiliki kemungkinan besar mendapat kursi diparlemen,tentunya dengan menyumbang besar pula. Sepertinya pemilu dijadikan ajang menunjukkan siapa yang paling kaya dialah yang menang. Praktis politik uangpun harus dijalankan untuk mendapatkan suara dengan jumlah besar. Beragam alasanpun keluar apabila politik yang dijalankannya diketahui public. Tuduh sana-sinipun dilakukan. Hingga saling membunuhpun dilakukan para caleg. Berkilah tidak melakukan politik uang. Entahlah,partai mana yang sebenarnya jujur setidaknya memiliki tingkat kebohongan dibawah 5 % saja sudah bias membawa Indonesia ke Era Reformasi yang sebenaranya.


0 comments:

books over